Sabtu, 21 Mei 2016

Astra Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

Astra telah meluncurkan dua mobil murah Astra yakni Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla yang harganya di bawah Rp 90 juta. Namun penjualannya masih menunggu Keputusan Presiden SBY soal keringanan pajak.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS. Hidayat saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu.

"Seperti ibu yang mau melahirkan, sudah 9 bulan tinggal dilahirkan, menunggu Perpres keluar saja," ungkap Hidayat.

Adapun aturan yang akan dikeluarkan Presiden SBY adalah terkait keringanan fiskal mobil ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Selain mobil murah dan ramah lingkungan, regulasi itu juga mengatur keringanan fiskal untuk mobil hybrid, listrik, dan mobil untuk petani.

Menurut Hidayat, Perpres tersebut yang saat ini sedang digodok oleh Kementerian Keuangan dan Sekretariat Negara itu mengatur bagaimana pemberian insentif pajak.

"Dirundingkan dengan menteri keuangan dan akan dituangkan pada Perpres. Perpres tinggal diomongin sama Pak Agus (Menteri Keuangan) dan Setneg," katanya.

Produk-produk yang diatur dalam Perpres LCGC yaitu produk hybrid, low carbon, fuel cell, diesel advance, CNG, dan biofuel. Proses perundingan ini menurut Hidayat sudah memakan waktu 2 tahun.

"Sudah 2 tahun proses perundingan, mereka (Astra) mau jual tetapi Perpres belum keluar. Tadi saya lihat modelnya bagus dan harganya hanya US$ 10.000 sekitar Rp 90 juta. Modelnya green car jarak 21-22 km/liter juga 84% kandungan lokal," tutupnya.


Mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) Toyota dan Daihatsu yang didengung-dengungkan selama ini, akhirnya cikal bakalnya nongol. Hari ini (19/9/2012), PT Astra International Tbk (Grup Astra) meluncurkan kolaborasi produk ketiga Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla di Ritz-Carlton, Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2012).  

peluncurannya sangat istimewa karenas dihadiri Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Koichi Ina (Presiden Direktur Daihatsu Motor Company = DMC), Yukitoshi Funo, Executive Vice President Toyota Motor Corporation (TMC), Presiden Direktur Grup Astra Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM)Johnny Darwaman dan direksi Astra lainnya.

"Produk ini adalah jawaban dari program LCGC yang dicanangkan pemerintah Indonesia," ujar Koichi Ina, Presiden Direktur DMC.Produk diciptakan sesuai karakteristik kebutuhan warga Indonesia.

Dijelaskan, kedua produk itu akan diproduksi ADM kemudian dan dipasok secara original equipment manufacturer (OEM) kepada TAM. Kedua mobil ini merupakan mobil kompak 5-penumpang. Ground Clerence-nya tinggi sesuai karakteristik jalan di Indonesia.

Tidak lebih Rp96 Juta


Prijono Sugiarto, Presdir Grup Astra mengatakan Astra yakin kedua produk ini akan menjadi sukses kolaborasi ketiga Toyota-Daihatsu di Indonesia. Alasannya, ada dua faktor. Pertama, jumlah mobil di Indonesia saat ini terdftar 11 juta unit dari 245 juta jiwa.

"Artinya, satu mobil di Indonesia masih digunakan oleh 20 orang. Jumlah ini masih kecil dibandingkan Malaysia yang perbandingannya sudah 1 : 3, Korea Selatan sudah 1:4," papar Prijanto.

Faktor kedua, kenaikan signifikan dari kelas menengah di Indonesia. Saat ini jumlahnya mencapai 45 juta dan pada 2030 akan melesat menjadi 93 juta jiwa.

"Masalahnya, rendahnya kepemilikan mobil adalah harganya yang tidak terjangkau," lanjut Prijono.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menambahkan, kolaborasi ini menujukkan keseriusan Toyota dan Daihatsu. "Kami harap harga mobil ini sesuai konsep awal, tidak sampai 10.000 dollar As ( Rp 96 juta) per unit," jelas Hidayat.


support by
http://stiker-kaca.blogspot.com/