Sabtu, 21 Mei 2016

Kapan Mengganti Kaca Film


Umumnya kaca film baru akan diganti bila sudah terlihat sangat parah, misalnya terkelupas atau bergelembung. Atau bisa juga bila warnanya sudah berubah sangat berbeda dari warna aslinya. Memang benar, tiga indikator ini bisa dijadikan alasan mengganti kaca film.
Namun bila ditanya kapan sebaiknya harus mengganti kaca film, Risdi Martono, Owner Blog http://stiker-kaca.blogspot.com/ langsung menjawab.
“Tidak ada batasan waktu yang pasti kapan harus ganti kaca film. Jika produk yang dipakai memiliki life time panjang dan selama masih bisa membuat kabin tidak panas buat apa diganti,” ungkapnya.
Namun bila kaca film yang dipakai kualitasnya kurang baik dan sudah mulai rusak sebaiknya langsung diganti saja sebelum kerusakannya makin parah. Selain bentuknya yang bikin mobil terlihat jelek, panas berlebihan yang masuk ke dalam kabin juga membuat emosi pengendara tidak stabil.
“Kalau di dalam mobil panas apalagi macet pasti emosinya akan lebih cepat meledak karena konsentrasi menurun akibat panas matahari yang masuk ke dalam kabin,” lanjutnya. Nah, cara paling dini mendeteksi kualitas kaca film yang sudah mulai jelek bisa dilakukan dengan merasakan suhu kabin terutama ketika berada di bawah terik matahari.
Memang tidak mudah untuk mendeteksinya sendiri, karena penurunan kualitas berlangsung sangat berlahan terkadang kita dibuat tidak sadar dengan adanya perubahan ini. Selain manual dengan feeling, kita juga bisa menggunakan alat ukur untuk mendeteksi kondisi kaca film.
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya pengetesan bisaa dilakukan dengan alat i-measure. Dengan alat ini ada tiga variable yang diukur, pertama UV (ultra violet), VL (visible light) dan infra red (IR). Bila sudah jauh melenceng dari spesifikasi standar artinya sudah saatnya ganti kaca film baru.

support by
Spesialis Penjualan dan Pemasangan Kaca Film dan Stiker Kaca