Sabtu, 21 Mei 2016

Tips melepas stiker di kaca dan body mobil

Ada beberapa alasan orang memasang stiker di kaca dan body mobil. Seperti ingin tampil beda dengan stiker berbagai motif. Atau yang sedang menjamur adalah memasang stiker untuk mempromosikan suatu produk. 

Masalah muncul saat ingin melepaskannya. Tak lain cat mobil berisiko terkelupas. Atau tertinggalnya lem yang tersebar di sana-sini dan dapat membuat kotoran atau debu menempel. Padahal ada proses melepas stiker yang tidak sulit untuk dilakukan untuk melepas stiker secara menyeluruh. 

Stiker yang menempel di kaca umumnya lebih sulit dilepas ketimbang di bodi. Hal itu karena lapisan paling atas dari bodi mobil adalah pernis dengan bahan dasar plastik dan lebih licin.  Sementara kaca memiliki kontur lebih kasar dan lapisan perekat stiker mengalami proses pemanasan lebih besar. 

Hal lain yang harus diperhatikan dari memasang stiker di kaca adalah mengenai kaca film. Jika memakai lapisan kaca film murah meriah dan tanpa pelindung ultra violet, ada risiko menghadang. 

Setelah stiker dilepas, kaca film yang tadinya berada di bawah stiker akan terlihat lebih gelap dari bagian lain. Hal ini lantaran bagian yang terkena sinar matahari mengalami pelunturan dan memudar. Sedangkan yang terhalang stiker tidak. Kondisi ini tidak bisa diperbaiki dan kaca film harus diganti. 

Untuk bodi, risiko terbesar adalah cat turut terkelupas. Makanya saat mulai mengelupas stiker perhatikan body mobil. Jika ada sisa lem menandakan lem stiker tidak terlalu kuat. Risiko cat terangkat jadi lebih kecil. Efeknya, Anda harus membersihkan sisa tersebut pasca melepaskan stiker. Simak cara efektif melepas stiker di mobil. 

Proses melepaskan stiker 
Baik di kaca atau body mobil, proses pelepasan stiker sama saja. Langkah terpenting dalam proses ini adalah melunakkan stiker. Bisa dengan Adhesive and Tar Removal (ATR) lansiran IPO. Atau jika tak mau repot, bisa gunakan minyak tanah atau bensin. 

Sediakan kertas kue atau plastik pembungkus. Guntinglah sesuai ukuran stiker yang ingin dilepas. Agar lebih rapi, rekatkan plastik dengan selotip kertas. 

Selanjutnya lumuri permukaan stiker dengan cairan pelunak tadi dan tekan bagian yang telah dilumuri dengan plastik. Karena ditutup plastik, cairan pelunak tidak bisa menguap dan proses pelunakan bisa berlangsung cepat dan efisien. Tunggu sekitar 10 menit guna memastikan cairan meresap ke dalam stiker. 

Angkat plastik pembungkus dan selotip kertas. Namun hati-hati saat melepas selotip agar tidak timbul masalah baru. Lepas stiker mulai dari sisi kanan atas. Lalu tarik perlahan seperti gerakan wiper. Sederhananya, hal ini berkaitan dengan kebiasaan orang Indonesia yang right-handed. 

Untuk stiker berukuran besar, ketika proses pelepasan mencapai sekitar setengah dari tinggi stiker, bergeserlah ke kiri dan lanjutkan proses yang sama. Setelah itu setengah dari sisi bawah bisa ikut dilepas. 

Kadang ditemui stiker “bandel” dan proses pelepasannya putus di tengah jalan. Untuk mengatasi hal ini, lumuri ujung stiker yang putus dengan cairan pelunak. Tunggu sebentar dan kemudian mulai lagi prosesnya. Jika masih membandel, untuk di kaca bisa dibantu silet untuk mengelupas ujung stiker. Namun pada body hal ini tidak direkomendasikan. Ulangi saja proses di atas sampai stiker “menyerah”.   

Setelah usai, bersihkan sisa lem dengan cairan ATR. Namun biasanya lapisan cat atau kaca yang tadinya tertutup stiker terlihat lebih kinclong dari sekitarnya. Jika tak mau repot biarkan saja, karena lambat laun akan sama kusam seperti area di sekitarnya. 

Jika Anda ingin menyamarkan belang itu, bisa digunakan kompon dan diakhiri dengan wax. Tapi jika belang itu tergolong parah atau Anda ingin hasil maksimal, salon mobil adalah tempat yang tepat untuk disambangi